Matahari
mulai menampakkan dirinya beserta sinarnya yang terang benderang. Pagi yang
cerah dimulai. Pagi dimana matahari menerangi tumpukan salju yang berkilauan.
Daratan Alaska yang dingin kini sedang mempersilahkan tiga ekor serigala dan
seekor rusa karibu beristirahat diatas salju yang dingin membeku. Withy membuka
matanya perlahan, melihat sekitarnya dengan pandangan yang masih buram.
Dilihatnya
Reddie berdiri tegap di pinggir jurang dengan bekas luka cakaran di pipinya dan
perlengkapan memadamkan api diatas punggungnya yang mengendur. Ia melolong
berkali-kali. Withy berdiri perlahan.
“Apa
yang kau lakukan, Bodoh?” tanya Withy ketus. “Kau berusaha memperingatkan
kepada serigala lain untuk ikut mengeroyok Grace bersama-sama? Kau memang
serigala sialan. Seharusnya aku tak mengizinkanmu bergabung,”
“Kau
terlalu mengada-ngada, Withy,” sahut Reddie singkat. “Aku tahu ada segerombolan
serigala di sana. Jika itu adalah serigala hitam, maka aku akan
memperingatkanmu,” Reddie menatap Withy. Mata kuningnya membesar. Pandangannya
teralih kepada serigala yang berdiri di belakang Withy.
“Baiklah,
baiklah. Aku tahu yang kau bicarakan. Tapi apa yang kau lihat? Seekor wanita
cantik yang tengah berlenggak-lenggok dan tersenyum menggoda?” sindir Withy. Reddie
mematung. Ia sama sekali tak bergerak, bahkan ekornya diam tanpa sedikitpun
gerakan. Bulu-bulunya juga diam, namun berdiri tegak.
“Sedang
mannequin challenge? Setahuku itu adalah tren yang sedang digemari oleh umat
manusia. Kau terlalu dekat dengan manusia yang serakah sehingga kau juga
ikut-ikutan mempelajari tren mereka yang bodoh dan tidak berguna itu,” Withy
terus mengejek Reddie.
“Grace,”
kata Reddie singkat. Withy, menyingkirlah. Sesuatu akan terjadi padamu,”
“Huh,
kupikir aku akan percaya padamu, Sampah?” Withy lagi-lagi mengejek Reddie.
HUP!
Reddie
melompati tubuh Withy. Ia kembali bertarung dengan serigala itu. Withy menoleh.
Lagi-lagi itu Grace. Reddie seolah sangat membenci Grace dan ingin ia hilang
dari dunia ini.
“Grace!”
seru Withy. Withy melihat pertempuran itu. Tapi, Grace sepertinya jauh lebih
kuat dari Reddie. Reddie selalu terpojok walaupun ia bangkit lagi dan lagi.
Raungan,
gonggongan, geraman, dan dengkingan terus terdengar dalam pertarungan itu.
Reddie dan Grace bertarung seru. Withy berusaha menghentikan mereka sebelum ada
yang terluka. Ia nekat melompat ke antara mereka berdua.
“Hentikan!”
jerit Withy. Ia mengerang kesakitan. Cakaran dan gigitan itu justru mengarah
kepadanya. Grace salah sasaran dan justru malah menghajar Withy habis-habisan.
Reddie menarik tubuh Withy. “Grace, hentikan, kau menyakitiku!” Withy
mengerang.
“Ah,
maafkan aku, Withy!” Grace mendekati Withy. “Maafkan aku, aku tak bermaksud
untuk menyakitimu,” Grace meneteskan air mata. John mendekati mereka bertiga
dan menolong Withy. Ia menaburkan bubuk ajaib yang dipercaya bias menyembuhkan
luka. Withy pun kembali bangkit.
“Tak
apa, Grace. Ayo, kita lanjutkan perjalanan,” ajak Withy bersemangat. Mereka
kembali berjalan sampai 250 km. Mereka sampai di wilayah serigala hitam. 5 hari
perjalanan melelahkan tanpa istirahat. John mulai kelelahan.
“Kalian
jalan saja. Aku baik-baik saja…” John berkata dengan suara memelas.
“Baiklah,
kau makan saja dulu. Kami akan mencari mangsa dan akan kembali padamu,” Withy
tersenyum. Withy, Reddie, dan Grace melanjutkan perjalanan.
***
Withy
sangat senang bisa mendapatkan makanan, walaupun itu hanya bangkai seekor bison
yang sudah mulai dimakan binatang lain. Ia mengusir rubah dan coyote yang masih
memakan bangkai bison itu. Ia memakannya bersama Reddie. Selesai makan, Withy
menjilati bibirnya.
“Aku
kenyang. Kau juga. Eh? Dimana Grace? Kok Reddie juga menghilang, ya?” Withy
kebingungan. Grace berlari mendekatinya.
“Withy!
Withy! Tolong aku!” seru Grace. “John tewas… sepertinya dia dimangsa. Untunglah
serigala-serigala hitam itu tidak jahat dan bersedia membantu menguburkan jasad
John. Ikuti aku!” Grace berlari. Withy masih tidak percaya.
John
tewas dimangsa predator lain? Ia menghampiri kawanan serigala hitam yang
berkerumun dengan wajah sedih di sekitar jasad John.
“Tidak…
John…” Withy sangat sedih. Ia melihat jasad John tergeletak begitu saja dengan
bersimbah darah, tubuh yang sudah tercabik-cabik dan tulangnya kelihatan. Robek
sana-sini, begitu mengenaskan. “Sekarang di mana Reddie?”
“Entahlah,
dia menghilang. Dia sepertinya hilang di arah barat. Dia mungkin berada di
dalam hutan,” jelas Grace.
Withy berlari ke dalam hutan yang ditunjuk Grace tadi. Sepanjang perjalanan, ia menemukan perlengkapan Reddie yang berceceran di atas salju. Sepertinya Reddie diserang.
Tabung pemadamnya, selangnya, kostumnya yang tahan api, dan terakhir, kalung sirene yang mengganggu itu. Withy membawa semuanya dan bermaksud mengembalikan ini kepada Reddie.
"AUUU..." terdengarlah suara lolongan serigala yang sangat dikenali oleh Withy. Suara lolongan Reddie. Ia berlari ke arah sumber suara itu.
***
"Reddie!" Withy berseru girang. Ia telah menemukan Reddie. Namun, ada yang salah dengan Reddie. Sekujur tubuhnya penuh luka. Wajahnya basah oleh air mata. Ia tampak menjilati seonggok daging tercabik-cabik yang sudah tak berbentuk lagi. "Reddie, ada apa denganmu?"
"Tuan... Tuan..." hanya itu yang terlontar dari mulutnya. Ia tengah meratapi jasad tuannya yang mati diterkam binatang buas dan kini tuannya hanya daging tak berbentuk dengan baju berlumuran darah yang compang-camping.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Withy. "Katakanlah, sepertinya ada yang tak beres denganmu,"
Reddie mendengus-dengus. Matanya melotot tanpa ekspresi.
"Grace... Blackie..." hanya itu yang ia katakan sebelum seekor serigala datang dan menginjak kepalanya. "KAAIINNGG... NGIIKK..." Reddie mendengking seperti anjing. Ia tak berdaya. Withy melihat siapa sosok di hadapannya itu.
Seekor serigala hitam berbadan besar dan bermata merah tengah menatap tajam Withy.
"Blackie?" Withy tersenyum sinis. Tubuh Blackie sebesar Grace dan di mulutnya terdapat banyak darah. "Kau... kau memangsa John?"
"Tentu saja... hahaha..." suara tawa Blackie yang mengerikan pecah. "Aku sengaja memancingmu untuk balas dendam kemari. Grace yang selama ini kau percayai tak pernah ada. Grace hanyalah serigala betina yang ada di dalam khayalan John. Dia tak pernah ada. Grace yang selama ini menemanimu adalah... AKU... aku menyamar menjadi Grace. Aku juga yang memangsa pemilik Reddie dan membuatnya terus bertarung denganku. Hahaha..."
"Tidak... tidak... tidak... seharusnya aku tahu akan hal ini. Reddie, maafkan aku..." Withy menangis dengan penuh penyesalan. "Seharusnya aku tak membawa kalian kemari... andai aku tahu Grace adalah Blackie..."
BERSAMBUNG...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar